Website vs Instagram vs Marketplace — UMKM perlu yang mana?
Ketiganya punya peran beda. Ini cara memutuskan mana yang dibutuhkan usaha Anda sekarang, dan mana yang bisa nanti.
17 Sep 2026 · 2 menit baca · CasaKode
"Saya sudah punya Instagram dan toko di Shopee, masih perlu website?" — pertanyaan paling sering yang kami terima. Jawaban singkatnya: tergantung siapa pelanggan Anda dan bagaimana mereka mencari Anda.
Peran masing-masing
| Instagram / TikTok | Marketplace | Website | |
|---|---|---|---|
| Fungsi utama | Dikenal, dilihat | Transaksi cepat | Dipercaya, ditemukan di Google |
| Siapa yang datang | Yang sudah follow / kena algoritma | Yang sedang cari produk | Yang cari Anda atau jasa Anda |
| Milik siapa | Platform | Platform | Anda |
| Biaya | Waktu + iklan | Potongan 5–15% per transaksi | Rp ± 700 ribu/tahun |
| Kalau akun kena masalah | Hilang semua | Hilang semua | Tetap ada |
Kapan website belum perlu
- Anda jualan produk fisik murah dengan volume tinggi, dan pelanggan memang nyari di Shopee/Tokopedia. Marketplace sudah tepat.
- Usaha masih tahap coba-coba, belum jelas produk atau segmennya.
Kapan website perlu (dan biasanya mendesak)
- Jasa — bengkel, klinik, laundry, katering, kontraktor, fotografer, les. Orang cari di Google: "laundry dekat sini", "katering pernikahan [kota]". Instagram tidak muncul di sana, website muncul.
- Butuh dipercaya sebelum transaksi — nilai transaksinya besar atau pelanggan perlu yakin dulu. Website rapi dengan alamat, foto, testimoni = kredibilitas.
- Capek bayar potongan marketplace — untuk produk repeat order, arahkan pelanggan lama ke website Anda: pesan via WA, tanpa potongan.
- Mau kirim satu link — di bio Instagram, di WA, di kartu nama. Satu link yang isinya lengkap.
Kombinasi yang biasanya paling masuk akal
Instagram untuk dikenal → website untuk dipercaya & dihubungi → marketplace untuk yang mau checkout cepat.
Website-nya tidak perlu rumit. Untuk mayoritas UMKM cukup: siapa Anda, apa yang dijual, foto, testimoni, alamat/Maps, tombol WhatsApp. Selesai.
Kesalahan yang sering terjadi
- Bikin website terlalu besar di awal. Mulai dari 1–5 halaman, tambah nanti.
- Website jadi tapi tidak pernah dibagikan. Taruh di bio IG, di status WA, di Google Business Profile.
- Tidak daftar Google Business Profile. Gratis, dan ini yang bikin Anda muncul di Maps.
Kalau usaha Anda jasa, atau pelanggan perlu yakin dulu sebelum beli — website bukan gaya-gayaan, itu alat cari pelanggan. Kalau ragu masuk kategori mana, chat kami — kami jawab jujur kalau memang belum perlu.
Mau dibantu langsung?
Ceritakan usaha Anda lewat WhatsApp — kami balas dengan saran & estimasi, gratis.
